Waspada COVID-19, Dinkes Palopo Keluarkan Edaran meski Belum Ada Kasus Positif
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kabar merebaknya kembali kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia Tenggara mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo. Meski hingga saat ini belum ada temuan kasus positif di Indonesia, Dinkes Palopo bergerak cepat dengan menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini kepada seluruh fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, mengatakan bahwa situasi regional menjadi indikator penting bagi daerah untuk bersiap. Ia menilai, lonjakan kasus di negara tetangga harus direspons secara antisipatif, meski kondisi di Indonesia masih tergolong aman.
“Jadi terkait tentang munculnya beberapa kasus COVID di negara tetangga seperti di Malaysia, Singapura, dan beberapa negara tetangga lainnya, tentu kita di Indonesia harus waspada juga,” ujarnya kepada indeksmedia.id, Selasa (17/6/2025).
Lebih lanjut, Irsan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Palopo maupun daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Ia menyebut data dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai rujukan utama.
“Tetapi dari informasi yang kami terima, baik itu dari Kemenkes, Dinkes Provinsi, untuk kasus COVID-19 di Indonesia belum ada yang terkonfirmasi positif termasuk di Sulawesi Selatan dan Kota Palopo. Jadi sampai sekarang belum ada kasus yang terkonfirmasi positif,” tambahnya.
Meski demikian, Irsan menyebut Pemerintah Kota Palopo tidak ingin bersikap pasif. Menyikapi kondisi ini, pihaknya segera menerbitkan surat edaran dari Wali Kota yang ditujukan ke seluruh lini layanan kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, hingga laboratorium.
“Tetapi dengan adanya kemunculan virus COVID-19 di beberapa negara tetangga khususnya kita di Asia Tenggara, tentu kita di Indonesia khususnya di Kota Palopo kan wajib juga waspada,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa surat edaran tersebut merupakan bentuk antisipasi agar unit-unit kerja kesehatan di Palopo mulai meningkatkan langkah preventif, terutama dalam bentuk promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
“Salah satu bentuk kewaspadaan dini yang bisa kita lakukan itu ya kita sudah mengeluarkan surat edaran Wali Kota agar supaya masing-masing unit kerja mulai dari unit kesehatan, puskesmas, rumah sakit, termasuk laboratorium kesehatan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelas Irsan.
Surat edaran tersebut tidak hanya bersifat administratif. Menurut Irsan, Dinas Kesehatan juga mengaktifkan kembali edukasi langsung ke masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Ini dilakukan melalui puskesmas dan kegiatan luar ruangan lainnya.
“Peningkatan kewaspadaan ini masih pada tatanan promotif dan preventif seperti yang kita sampaikan tadi. Ya berupa imbauan-imbauan di puskesmas, kita jalan ke masyarakat-masyarakat untuk menjaga imunitasnya,” terang Irsan.
Ia menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai pondasi utama dalam menjaga kesehatan selama masa waspada. Selain itu, masyarakat juga diimbau kembali menggunakan masker saat sakit dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Jadi cara menjaga imunitas itu salah satunya dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), kemudian apabila mengalami sakit ya tentu harus menggunakan masker, melakukan aktivitas fisik dan menjaga kebersihan lingkungan. Jadi itu upaya-upaya yang kita lakukan sekarang,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan