Gepeng Didominasi Pendatang, DPRD Palopo Desak Pemkot Beri Efek Jerah
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang semakin banyak dan meresahkan masyarakat. DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo berikan efek jerah.
Salah seorang anggota DPRD Palopo, Bastam, angkat bicara terkait fenomena tersebut. Dia berjanji pihaknya tidak akan berhenti menyuarakan terkait gepeng sebelum masalah ini ditangani hingga tuntas Pemkot Palopo.
Bastam mengatakan, Pemkot Palopo semestinya tidak tutup mata dengan kejadian banyaknya gepeng di Palopo. menurutnya, data menunjukkan bahwa sebagian besar dari gepeng bukan berasal dari Palopo dan hal tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap ketertiban sosial dan keamanan kota.
“Hampir 80 sampai 90 persen yang melakukan ini adalah bukan warga dari Kota Palopo,” ujar Bastam saat dikonfirmasi indeksmedia.id, Minggu (15/6/2025).
Baca Juga: DPRD Palopo Bahas Lima Ranperda, Fokus pada Penanganan Gepeng-Anak Jalanan
Dia menilai langkah-langkah selama ini belum cukup. Dibutuhkan pendekatan yang lebih tegas, bukan hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga tindakan yang memberikan efek jera.
“Dalam hal ini DPRD berusaha ingin mewujudkan kenyamanan, keamanan, masyarakat Kota Palopo untuk mentertibkan anak jalanan, pengemis dan gelandangan, sehingga tidak cukup aturan tetapi ada semacam efek jerah,” tegasnya.
Sambung Bastam, DPRD telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas dan menindaklanjuti masalah ini secara lintas sektor. Rapat perdana telah dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah instansi teknis.
“Kemarin rapat pansus perdana hadir, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kabag Hukum Pemkot, nanti ada pertemuan pansus berikutnya,” jelasnya.
Baca Juga: Penertiban Gepeng Mandek, Satpol PP Singgung Peran Dinas Sosial
Bastam juga menegaskan bahwa DPRD tidak akan melepas tanggung jawab ini di tengah jalan. Mereka bertekad untuk terus berjalan hingga kebijakan yang tepat benar-benar diterapkan.
“DPRD tetap akan kawal masalah ini sampai tuntas,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan