GPM di Palopo Diserbu Warga, Harga Sembako Tembus di Bawah Pasar

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kota Palopo bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Gaspa jelang Idul Adha. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan pokok di tengah tingginya kebutuhan menjelang hari raya.

GPM di Palopo mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga mulai memadati lokasi untuk mendapatkan sembako dan bahan dapur dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar.

Ditemui di lokasi kegiatan, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dr. Hj. Aisyah, menjelaskan bahwa GPM merupakan gerakan serentak lintas instansi.

“Ini Gerakan serantak. GPM (Gerakan Pangan Murah) istilahnya. Untuk menghadapi hari raya toh, stabilisasi harga,” kata Aisyah, Rabu (4/6/2025).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, baik dari sektor pangan, perdagangan, hingga UMKM. Pemerintah Kota Palopo, yang bergerak menyeluruh mendukung pelaksanaan GPM.

Seperti di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Provinsi bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Palopo dengan beberapa pihak seperti Dinas Perdagangan, Bulog serta UMKM. Tak hanya itu, dinas teknis seperti Perikanan dan Pertanian juga berperan menghadirkan bahan pangan segar dan produk lokal.

“Semua unsur dilibatkan dalam kegiatan hari ini. Pokoknya pemerintah Kota Palopo secara keseluruhan,” katanya.

Respons masyarakat pun sangat tinggi, terutama kalangan ibu rumah tangga yang mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Meski selisihnya hanya beberapa ribu rupiah, menurut Aisyah, hal itu tetap berarti besar bagi warga.

“Tadi yang datang juga adalah masyarakat umum, ibu-ibu yang buru di bawah harga pasar. Apalagi kalau selisih harga Rp2.000,” tuturnya.

Harga bahan pokok yang dijual pun bervariasi, mulai dari beras, minyak, telur, hingga ayam dan gula pasir, semuanya di bawah harga pasaran.

“Sembako yang diperjualbelikan di sini di bawah harga pasar. Yang jelas di bawah harga pasar sekarang,” kata Aisyah.

Diketahui, beras premium hanya Rp13.500 per kg (pasaran Rp16.000), ayam potong Rp50.000 per 2 kg, dan minyak goreng 2 liter dijual seharga Rp37.000. Tak hanya itu, Ayam yang 2 kilo cuma Rp50.000, telur per satu rak Rp46.000, dan minyak Kita Rp37.000 untuk 2 liter.

Selain sembako, pasar murah ini juga menyediakan sayuran segar seperti bayam, kangkung, dan kentang. Harganya lebih hemat Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram dibanding harga pasar.

“Kalau kentang Rp15.000/kilo, di pasar kisaran harga Rp20.000. Bawang putihnya ada variasi harga, ada yang Rp45.000 ada Rp40.000. Bawang merah cuma Rp29.000/kilo, harga pasarnya ya Rp35.000/kilo ada Rp39.000,” papar Aisyah.

Untuk menghindari pemborosan dan memastikan semua warga kebagian, pembelian dibatasi per rumah tangga.

“Iya dibatasi per rumah tangga. Kayak telur dua rak, minyak dua kilo, dan beras dua karung juga itu untuk satu rumah tangga,” imbuhnya.

Salah satu warga Rampoang, Leli, mengaku terbantu dengan pasar murah tersebut. Ia datang lebih awal untuk mengantre sembako murah menjelang lebaran.

“Saya datang ke sini pasti mi karena mau buru harga bahan dapur yang murah, na biar dikka turun Rp2.000 syukur mi itu apalagi menjelang lebaran Idul Adha begini,” ujar Leli.

Ia menambahkan, selisih harga itu bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti THR anak-anak. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang menurutnya sangat peduli terhadap warga.

“Yah terbantu sekali lah kami dengan adanya pasar murah menjelang lebaran kurban ini. Kalau di pasarki ini, beda lagi harganya, anu bisa bammiki dikka pake untuk kasi THR anak-anak. Syukurlah pemerintah perhatian dalam hal seperti ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!