Viral Kakak Paksa Adiknya Mengemis di Palopo, Dinsos: Bukan Warga Palopo
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kepala bidang dinas sosial Kota Palopo, Andi Irpandi Yusuf angkat bicara terkait video viral seorang kakak yang diduga memaksa adiknya untuk meminta-minta di tengah jalan raya, lampu merah perempatan kantor Wali Kota Palopo.
Irpandi mengatakan, pengemis yang meminta-minta di jalan tersebut bukanlah warga asli Kota Palopo.
“Kebanyakan dari mereka warga pendatang dari Jeneponto, datang mengadu nasib di Kota Palopo,” katanya, Sabtu (31/5/2025).
Irpandi mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi langsung anak yang viral tersebut. Menurutnya, anak itu juga telah beberapa kali diamankan oleh pihak dinas sosial, tetapi tetap malakukan kejadian serupa.
Baca Juga: Viral Remaja Paksa Adiknya Ngamen di Jalan Raya Palopo, DPRD: Itu Eksploitasi Anak
“Sebenarnya kami sudah sering razia mereka, kemarin sore saya perintahkan anggota tagana untuk mengecek langsung lokasi di seputaran kantor wali kota dan lampu merah, hasilnya kami menemukan anak tersebut,” jelasnya.
Sambungnya, anak tersebut adalah warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara.
“Dari hasil asseman yang kami lakukan sore hari, pada malam harinya kami razia (tadi malam) kami temukan mereka di seputaran pancasila bersama orang tuanya, kemudian kedua orang tua mereka kami bawa ke kantor lalu diberikan peringatan agar jangan lagi mengeksploitasi dan melarang anaknya mengemis di jalan” ungkapnya.
Baca Juga: Viral Remaja Paksa Adiknya Mengemis, Dinsos Palopo Lakukan Penelusuran
Irpandi berharap, pihak kepolsian, SatpolĀ PP, Kelurahan, dan masyarakat ikut terlibat dalam membantu mengurangi pengemis tersebut.
“Ke depan kami akan mengusulkan anggaran terkait rumah singgah untuk orang terlantar, gelandangan dan pengemis. Jadi kalau mereka tertangkap rasia kami akan karantina beberapa malam dirumah tersebut,” harapnya.
“Terkait masyarakat yang memberi sumbangan di jalan, kami berharap dihentikan jangan diberi. Banyak tempat-tempat untuk menyalurkan niat baik masyarakat seperti panti asuhan, masjid dan lain-lain. Karena membuat mereka malas bekerja dan tidak mau sekolah,” imbuhnya.





Tinggalkan Balasan