RMB dan FKJ Soroti Kerawanan Bencana di Palopo, Janji Perkuat Mitigasi dan Edukasi Lingkungan

PALOPO, INDEKSMEDIA.COM – Calon Wali Kota Palopo, nomor urut 3 Rahmat Masri Bandaso dan nomor urut 2 Farid Kasim Judas, menyoroti persoalan kerawanan bencana di Kota Palopo. Hal itu disampaikan dalam debat publik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Palopo yang digelar di hotel Claro Makassar.

Dalam pemaparannya, Rahmat menyebut bahwa Palopo saat ini masuk kategori daerah yang rawan bencana, terutama banjir. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya upaya mitigasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kota Palopo ini sekarang rawan bencana, terutama rawan banjir,” kata Rahmat, Sabtu (17/5/2025).

Ia menegaskan komitmennya dalam penanganan bencana dengan menyampaikan bahwa jika terpilih, pihaknya akan fokus pada upaya mitigasi melalui pendidikan kebencanaan kepada masyarakat sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.

“Kalau kami terpilih, kami akan melakukan mitigasi bencana dengan memberikan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat kita,” lanjutnya.

Rahmat juga menekankan perlunya koordinasi lintas daerah guna memperkuat penanganan bencana secara komprehensif.

“Bagaimana kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain di sekitar kita dalam mengatasi masalah tersebut secara bersama-sama,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, ia menyampaikan bahwa peningkatan infrastruktur menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bencana ke depan.

“Kita akan meningkatkan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang, khususnya dalam mengatasi persoalan bencana banjir ini,” imbuh Rahmat.

Senada dengan itu, Calon Wali Kota Palopo nomor urut 2 Farid Kasim menambahkan bahwa pendekatan terhadap isu lingkungan juga akan menjadi perhatian serius mereka.

“Mungkin kita akan melakukan pendekatan lebih kepada lingkungannya,” ucap Farid.

Farid juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan memberikan edukasi agar tumbuh kesadaran mencintai alam, serta mendorong upaya penghijauan tanpa merusak ekosistem yang ada.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai lingkungannya. Meningkatkan penghijauan dengan tidak merusak alam,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!