Banjir Genangi Dua Kecamatan di Luwu, Ratusan Rumah Terdampak

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Ratusan rumah warga di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terendam banjir usai diguyur hujan deras selama empat jam. Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Larampong yang tak mampu menampung debit air dari wilayah hulu.

“Hujan lebat selama empat jam pada Jumat (11/4) di wilayah hulu menyebabkan Sungai Larampong meluap dan merendam ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Luwu,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (12/4/2025).

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Luwu, banjir dengan ketinggian air antara 60 hingga 100 sentimeter menggenangi sedikitnya 100 rumah, termasuk di Kecamatan Suli. Selain itu, sekitar lima hektare lahan sawah turut terendam air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.

“BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Sabtu siang, kondisi banjir mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah dari sisa material banjir dengan bantuan petugas gabungan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Abdul menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Kesiapsiagaan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

BNPB juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Langkah-langkah antisipatif seperti membersihkan saluran drainase, menjaga kebersihan DAS, dan menyiapkan tas siaga bencana perlu dilakukan sejak dini.

Peringatan ini disampaikan seiring dengan prakiraan cuaca tiga harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan bahwa Sulawesi Selatan berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 11–13 April 2025.

“Masyarakat yang tinggal di dekat DAS atau lereng perbukitan disarankan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang menurun hingga di bawah 100 meter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!