Omzetnya Capai 60 Juta per Bulan! Ini Kisah Sukses Owner Mizu Cake and Dessert yang Jualan di Lapangan Pancasila Kota Palopo

Ekonomi Bisnis, Palopo238200 views

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Awal mula perjalanan Sahroni dan istrinya dalam bisnis kue sangat menginspirasi.

Pada mulanya, mereka berjualan nasi kuning di Masamba selama kurang lebih setahun.

Namun, ide untuk membuat roti sandwich buah muncul, sahroni dan istri mencoba menjualnya kepada keluarga dan teman dekat.

Respons yang diterima sangat positif, dan dengan harga Rp 8.000 per slice, kue tersebut mulai dikenal.

Setiap Minggu pagi, Sahroni mulai berjualan di Pancasila, memanfaatkan keramaian orang yang berolahraga.

Kesuksesan penjualan di sana membuatnya memutuskan untuk menitipkan kulkas di rumah tantenya di Palopo untuk tempat sandwich buah.

Setiap hari sahroni pergi ke palopo antar kue yang dibuat di Masamba diantar ke Palopo untuk stok harian, yang selalu habis terjual.

Karena fokus pada kue, Sahroni akhirnya berhenti berjualan nasi kuning begadang di Masamba.

Seiring berjalannya waktu, seorang dermawan menawarkan lahan kosong yang strategis di Taman Pancasila untuk berjualan setiap hari.

Dengan kesempatan ini, Syahroni memperkenalkan menu baru seperti mille crepes cake.

“Pada awalnya, saya menjual 10 potong dengan harga Rp 12.000, yang kemudian sekarang naik menjadi Rp 13.000 karena kenaikan bahan baku. Permintaan terus meningkat hingga 150 potong per hari selalu habis terjual,” ungkapnya saat di wawancarai tim Indeksmedia.id Senin, (8/7/24) siang WITA.

Tidak hanya mille crepes cake, Sahroni dan istrinya juga memperkenalkan menu mochi dan es kul kul.

“Es kul kul tidak bertahan lama karena keterbatasan tenaga kerja dan ruang penyimpanan di rumah mertuanya, tapi semangat kami tidak hilang,” lanjutnya.

Karena pesanan kue semakin hari semakin meningkat, istri sahroni akhirnya resign dari tempat kerjanya setelah kurang lebih 8 tahun bekerja untuk fokus pada usahanya.

Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya menyewa rumah untuk dijadikan tempat produksi.

“Kini, Mizu Cake and Dessert memiliki tim produksi yang terdiri dari empat orang dan satu orang tim penjualan, dengan masing-masing gaji Rp 1 juta per bulan,” sambungnya.

Dengan kerja keras dan kesabaran, usaha mereka terus berkembang hingga menghasilkan omzet fantastis.

“Alhamdulillah sekarang omzetnya rata-rata Rp 60 juta per bulan,” tutupnya.

Mizu Cake and Dessert kini menawarkan 20 produk yang telah bersertifikat halal di Indonesia.

Cita-cita Sahroni dan istrinya adalah memiliki kedai sendiri untuk dapat menyimpan lebih banyak stok kue.

Dengan kerja keras, konsistensi, dan doa, mereka berharap impian tersebut segera terwujud.

Kisah mereka menjadi bukti bahwa dengan tekad dan dedikasi, kesuksesan dapat diraih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *