IPMAL Cabang IAIN Palopo Gelar Nobar dan Bedah Film Dokumenter ‘SEXY KILLERS’

Hukrim, Lingkungan, Luwu, News762200 views

Luwu — Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) Cabang IAIN Palopo menggelar nonton bareng (Nobar) dan bedah film dokumenter Sexy Killers, Sabtu (01/06/2024) malam. Acara ini digelar di Asrama IPMAL Jl. Imam Bonjol. Menghadirkan beberapa Narasumber, antara lain Deni Rahman, Rasida Hamza, dan Ishak Afero.

Sexy Killers adalah film dokumenter yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta yang berkisah tentang hancurnya lahan masyarakat karena pengaruh investasi batu bara dan hubungannya dengan politik Indonesia.

Film berdurasi 90 menit itu menjadi penutup serial dokumenter 12 bagian Ekspedisi Indonesia biru yang sangat menarik, karena merangkum semua krisis ekologi di banyak titik di Indonesia, Sekaligus banyak aspek, khususnya di sektor SDA yang jarang menjadi perbincangan.

Usai film diputar, dilanjutkan dengan diskusi. Deni Rahman mengatakan film ini cukup menggugah kesadaran soal dampak perusahaan pertambangan terhadap keberlangsungan hidup serta memprovokasi pikiran agar lebih kritis dan selektif memilah calon pemimpin negara.

”Film ini membuat kita sangat kritis dan selektif memilih pemimpin atas relasi dan posisinya pada beberapa perusahaan tambang yang dengan rakus menghisap sumber daya alam di indonesia atas nama kemajuan negara.” ungkap Deni Rahman

Narasumber lain, Ishak Afero, mengatakan bahwa framework dasar hukum lingkungan yang diperkenalkan Cristopher D stone memahamkan masyarakat pentingannya menjaga lingkungan.

”Dasar hukum ini menghasilkan tata cara bagaimana perusahaan dalam mengelola lingkungan seperti yang ditulis Archie Carrols ‘To be socially responsible a business must meet economic, legal, ethical, and philanthropic expectations given by society at a given point in time’,” terangnya.

“Dan yang terakhir adalah etika lingkungan seperti yang di perkenalkan para pemikir ecofeminism bahwa lingkungan punya hak kesejahteraannya sendiri dan harus dihargai sebagai kesetaraan agar manusia tidak memperlakukan lingkungan untuk menggapai wants nya,” sambung Afero.

Sementara itu, Rasida Hamzah menyebut “Setelah menonton film ini tentunya sudut pandang kita berbeda, akan tetapi saya lebih fokus kepada dampak yang terjadi kepada masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan tambang, mereka Krisis kesehatan dikarenakan udara yang mereka hirup mengandung racun yang mengantarkan mereka kepada kematian,” tururnya.

Selain itu kata Rasida, ketidakseimbangan perekonomian di mana lahan yang mereka tempati menyambung hidup harus mereka bebaskan “karena tuntutan paksa dari pemerintah setempat, banyak hal-hal yang kita jadikan bahan renungan, seperti investor yang turut andil dalam pemerintahan di negara ini.”

“Sederhananya, kita punya aset di pertambangan kita punya peluang untuk memimpin negara ini. Dan yang paling penting adalah masyarakat yang hidup di lingkaran tambang ketika dilihat dari struktural angka pendapatan bisa dibilang di bawah rata-rata, jadi hadirnya tambang bukan untuk kesejahteraan rakyat akan tetapi menjadi sumber kemiskinan,” tegasnya.

Saipullah selaku ketua Umum IPMAL Cabang IAIN Palopo pun mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader IPMAL “Terkhususnya Tim kepanitian yang telah sukses menggelar kegiatan ini,” singkatnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *