Dinilai Lamban Tangani Banjir di Malangke, Pemkab Luwu Utara Disorot!

Bencana Alam43200 views

LUWU UTARA, INDEKS MEDIA – Tokoh Adat Tana Luwu pemegang mandat Pancai Pao, Abidin Arief To Pallawarukka mempertanyakan biaya retribusi ziarah makam Petta Pattimang. Hal itu ia tegaskan lantaran diduga Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), dinilai abai terhadap bencana banjir yang menimpa beberapa kecamatan di Lutra.

Banjir itu juga berdampak ke makam Petta Pattimang yang berada di Kecamatan Malangke. Atas kejadian itu tokoh adat mempertanyakan biaya retribusi makam.

”Yang menjadi pertanyaan kami, pemerintah kemanakan uang pembayaran setiap orang masuk berziarah di Makam Petta Pattimang, sampai-sampai makam tersebut harus ikut terendam dampak banjir,” kata Abidin, Jumat (31/5/2024).

Abidin menilai, Bupati saat ini dianggap tidak mampu mengatasi masalah yang terjadi di Kabupaten Lutra. Menurutnya pemerintah perlu mengambil sikap tegas mengatasi masalah banjir di Malangke Barat.

“Sejak Indah Putri Indriani terpilih menjadi Bupati Luwu Utara banyak peristiwa yang dapat dijadikan sebagai catatan memprihatinkan dan sulit bagi masyarakat Tana Luwu melupakan, apalagi masyarakat Luwu Utara,” lanjut Abidin.

Sebagai anak keturunan pelaku sejarah Kerajaan Luwu, Abidin Arief mengaku sangat kecewa dengan terendamnya makam leluhur. Dirinya menganggap bahwa pemerintah Kabupaten (Lutra) tidak mampu menjaga nilai-nilai kearifan leluhur dengan memberikan jaminan kesejahteraan serta ketentraman warga yang berada di Tana Luwu.

“Filosofi Tana Luwu sangat jelas sebagai ‘tana mappatuo, tana na’ewai alena’. Filosofi itu seakan hanya menjadi catatan sejarah yang berarti pemerintah hari ini terkesan mengabaikan adat budaya Tana Luwu sebagai peninggalan penuh perjuangan sejarah yang mengorbankan harta bahkan jiwa yang cukup banyak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Wartawan Indeks Media masih berupaya mengkonfirmasi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara namun belum ada jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *