Akses Jalan Pasca Longsor Latimojong Ancam Petani Kopi Gagal Panen Total, Warga Minta Kapolres Palopo Jembatani Aspirasi

Luwu — Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Luwu yang terjadi pada Sabtu (4/5) lalu memberi dampak yang banyak bagi masyarakat Luwu, mulai dari korban jiwa maupun kerusakan material.

Meski begitu Pemerintah terbilang cepat dalam mengevakuasi warga yang terdampak. Kepala Desa Tibussan, mengatakan bahwa pasca terjadinya bencana semua warga yang terdampak di telah dievakuasi hingga hari ke-3.

“Terutama lansia, anak-anal, ibu hamil maupun warga yang fisiknya terbilang lemah hari ke-3 semuanya sudah di evakuasi ke Bajo,” kata dia saat dikunjungi rombongan Kapolres Palopo, Jumat (24/5).

Dia juga menyebut bahwa di daerah Latimojong khususnya di Desa Tibussan masih terdapat banyak titik longsor, lantaran itu ia mengimbau agar masyarakat yang masih bertahan di rumah untuk berjaga diri.

“Kampung kami ini masih perlu diwaspadai karena banyaknya titik longsor seperti sekarang ini, jadi yang saat ini mengisi kampung itu karena dianggap bisa menjaga diri, namun tentu harus selalu berhati-hati,” ujanya.

“Titik longsor di Desa Tibussan ini ada sekitar 16, yang 6 nya sudah dikerjakan, sementara 10 lainnya belum dikerjakan,” bebernya.

Dia juga membeberkan terkait kendala pengerjaan 10 titik longsor tersebut karena akses jalan yang sulit ditambah minimnya alat excavator. “Kami berharapnya kalau perlu itu diberikan lagi alat untuk mengerjakan titik yang lainnya,” pintanya.

Kata dia, selama 3 hari belakangan alat yang telah tersedia juga tidak beroprasi, “Kami dengarnya alat yang sekarang  rusak tapi kami juga kurang paham,” sebut dia.

Lebih lanjut, Kepala Desa itu menyampaikan bahwa kendala akses juga mengancam para petani kopi akan mengalami gagal panen, “Jadi ada sekitar 60 hektar lahan yang saat ini bisa dianggap gagal panen karena harusnya di panen saat ini tapi karena akses jadi tidak bisa. Motor saja sulit apalagi roda empat,” ungkap dia.

Dirinya berharap aspirasi masyarakat ini bisa menjadi perhatian pemerintah, terlebih dengan hadirnya kunjungan rombongan Kapolres Palopo.

“Yaa mudah-mudahan dengan kunjungan Bapak Kapolres bisa memberi dampak yang positif, utamanya semoga bisa menjembatani aspirasi kami dan harapan kami untuk Pemerintah Luwu,” pungkas Kepala Desa Tibussan itu.

Senada dengan itu Kepala Camat Latimojong menyebut bahwa terdapat upaya pemerintah untuk merelokasi lahan warga, namun dia mengatakan hal itu belum tentu sejalan dengan keinginan warga.

“Relokasi masyarakat latimojong tidak bisa dibawa keluar karena, masyarakat di sini itu sudah menyatu dengan alam,” tegas dia

“Jadi solusinya kalau ada masyarakat yang mungkin membuat rumah di tempat yang terjal, kita carikan tempat di sekitar daerah itu yang bisa aman untuk direlokasi ke sana,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga