Kementrian Sosial RI Bersama Pemkot Palopo Bentuk Kampung Siaga Bencana di Telluwanua

News13200 views

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Wilayah Kecamatan Telluwanua salah satu daerah di Kota Palopo yang menjadi langganan banjir atau wilayah rawan bencana.

Untuk itu, Pemerintah Kota Palopo membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) bersama kementrian sosial RI.

Pembentukan KSB di Kecamatan Telluwanua itu, menjadi pembentukan yang pertama di Indonesia dan hanya ada dua daerah di Sulsel yakni, di Kota Palopo dan Kabupaten Pangkep.

Camat Telluwanua, Erick K Siga menyampaikan selamat datang kepada rombongan tim dari Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Pemprov Sulsel.

“Kami berterima kasih atas dipilih dan ditunjuknya Kecamatan Telluwanua menjadi tempat pembentukan Kampung Siaga Bencana Kementerian Sosial,” kata Erick.

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemprov Sulsel, Herman mengungkapkan, agar patut berbangga bahwa Kampung Siaga Bencana ini pertama dilakukan di Indonesia.

“Itu artinya apa? Itu mengartikan bahwa kepercayaan Kementerian Sosial kepada Pemkab Pangkep dan Pemkot Palopo begitu besar, sehingga menempatkan kegiatan ini di daerah kita, kemudian yang menjadi pertama kali pula di seluruh Indonesia,” kata Herman.

Herman menambahkan, pihaknya akan menyeleksi sekitar 60 orang untuk dijadikan pengurus KSB, yang nantinya akan membantu pemerintah dan seluruh masyarakat ketika ada bencana.

“Akan kita ajarkan bagaimana berproses di dalam penanggulangan bencana jika ada terjadi bencana,” jelas Herman.

“Dan yang menjadi relawan KSB ini, adalah yang ingin berbakti kepada bangsa, negara dan wilayah kita. Ini adalah tenaga sukarela, tidak ada gajinya, tidak ada honornya, tidak ada insentifnya, tapi betul-betul pengabdian, pengabdian kepada masyarakat kita,” tutupnya.

Hal senada jug disampaikan Haikal, perwakilan dari Kementerian Sosial RI mengatakan jika terkait tentang cikal bakal pelaksanan KSB di Kecamatan Telluwanua.

Menurutnya, di situ ada sinergitas antara Pemkot Palopo, pemerintah provinsi dan pusat, sehingga terjalin sinergitas membuat suatu keputusan administrasi.

“Sedangkan secara aturan atau legacynya, kami kementerian sosial menerima atau menjalankan amanat dari undang-undang nomor 24 tahun 2007 terkait penanggulangan bencana,” katanya.

Gayung bersambut, kata Haikal, kementerian sosial hadir dan berinisiasi mengeluarkan suatu produk hukum yaitu melalui peraturan Menteri Sosial Nomor 128 tahun 2011 terkait pembentukan Kampung Siaga Bencana.

“Di mana pembentukan KSB ini bertujuan sebagai langkah awal atau mitigasi untuk mencegah rentan kebencanaan, kerentanan terhadap rawan bencana. Jadi sebelum ada bantuan dari luar, KSB itu berperan disini apabila ada bencana,” lanjutnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Palopo, Zulkifli Halid mengatakan, nanti akan ada pengisian lumbung sosial dan juga akan ada pelatihan-pelatihan terkait kesiap siagaan bencana.

“Alhamdulillah, bantuan lumbung sosial yang menjadi bagian dari KSB ini telah tiba. Itu belum kita bawa kesini, karena kantor camat yang akan kita manfaatkan masih sementara digunakan untuk proses rekapitulasi pemilu,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, kegiatan lainnya yang dilakukan adalah Program Tagana Masuk Sekolah(TMS).

“Di mana Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan menyebar masuk ke sekolah-sekolah memberikan edukasi, sosialisasi dan bimbingan kepada siswa siswi terkait kesiap siagaan bencana,” jelas Zulkifli. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *