AMAN Tana Luwu TOF Percepatan Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat dan Training GIS

Pelatihan AMAN Tanpa Luwu.

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – AMAN Tana Luwu menggelar Training Of Fasilitator (TOF) Percepatan Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat dan Training Geospatial Information System (GIS), Kamis (11/1/2024) di Komunitas Adat Mungkajang.

Para Peserta merupakan 6 Pengurus daerah masing-masing 2 orang ditambah 4 pengurus Wilayah.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari dengan memadukan dua metode yaitu Teori dan praktek. Peserta pertama kali dibekali dengan pemahaman dan selanjutnya mempraktekkan apa yang telah sebelumnya dipahamkan.

Pada momen training ini, Ketua PW AMAN Tana Luwu menyampaikan beberapa hal yang perlu ditanamkan terhadap peserta antara lain.

“Sebagai fasilitator harus mampu memahami apa aitu AMAN termasuk gerakan-gerakannya. Sebagai seorang fasilitator Percepatan Pemetaan Partisipatif selain dengan ilmu Fasilitator juga harus memiliki pengetahuan atau skill bagaimana pemetaan itu dilakukan atau secarata teknis,” katanya.

“Hal yang harus dimiliki fasilitator Percepatan Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat adalah Pemahaman tentang AMAN dan Gerakannya, mengetahui ilmu fasilitator itu sendiri, memiliki pengetahuan Teknis Pemetaan di lapangan termasuk tahapan-tahapannya dan pengetahuan dalam pengolahan Data termasuk Proses dari penginstalan Aplikasi, penginputan data dan pengolahan data,” ungkap Irsal Hamid, Penanggung jawab Lembaga.

Di sisi lain disampaikan Trainer, Saenal Abidin para peserta dibekali dengan tahapan pelaksanaan kegiatan di Komunitas yang disebut dengan Persiapan Sosial.

Sebelum pemetaan ini dilakukan di Komunitas atau kampung maka perlu dilakukan tahapan-tahapan misalnya dengan mengidentifikasi tokoh kunci yang memahami lebih komprehensif seluk beluk Komunitas termasuk sejarah komunitas tersebut agar informasi tidak bersifat Bias ataukah kurang lengkap nantinya.

Dalam kesempatan yang berbeda salah satu peserta utusan Pengurus Daerah Rongkong Muh Idel menyampaikan pendapatnya terkait pelaksanaan Training ini. Dia mengungkapkan harapannya sekaligus ucapan terimakasihnya diberi kesempatan ikut sehingga mampu memahami pentingnya peta wilayah bagi komunitas Adat.

“Melalui pelatihan ini, kami tersadarkan arti penting suatu pemetaan wilayah. Semoga hasil dari pelatihan yang silenggarakan ini, bisa kami bawah ke kampung kami untuk dibagi di komunitas,” katanya.

Selanjutnya Ketua AMAN Irsal Hamid berharap nantinya jadi fasilitator pemetaan Partisipatif Wilayah Adat maka dipergunakan sebaik-sebaiknya saat Kembali ke daerahnya masing-masing untuk melakukan pelayanan terhadap Komunitas Masyarakat Adat sebab yang paling dekat dengan Komunitas Masyarakat Adat adalah Pengurus Daerah (PD) dan Fasilitator ini atau kalianlah orangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!